Jl. Mondokan-Sukodono Km. 1, Mondokan, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. 57271
Berita Terkini

Suasana berbeda terlihat di SMK Negeri 1 Mondokan pada Jumat Pagi, 18 Januari 2013. Jalan depan SMK Negeri 1 Mondokan yang setiap pagi ramai dengan kendaraan bermotor siswa yang lalu lalang, pagi itu kelihatan lebih sepi dari biasanya, hanya tampak siswa yang berlalu –lalang dengan jalan kaki. Ternyata hari itu adalah hari pertama pelaksanaan Larangan Penggunaan Kendaraan Bermotor dalam Rangka Penghematan BBM dan Pengurangan Polusi di SMK Negeri 1 Mondokan.

Suasana Parkir Depan SMK N 1 Mondokan

Berdasarkan Surat Edaran Bupati Sragen Nomor: 426/14/08/2012 tanggal 9 Oktober 2012 yang ditindaklanjuti oleh Surat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen No. 426/43/12/2013, maka SMK Negeri 1 Mondokan selaku salah satu instansi yang bernaung dibawah Pemerintah Kabupaten Sragen harus menerapkan kebijakan tersebut berupa larangan penggunaan kendaraan bermotor dilingkungan SMK Negeri 1 Mondokan. Larangan tersebut berlaku kepada semua guru, karyawan, dan siswa SMK Negeri 1 Mondokan.

Secara  umum kegiatan tersebut berhasil, tapi masih ada beberapa kendala yang didapati. Udi Nugroho, S.Pd., WKS Bid. Kesiswaan, mengungkapkan, “Secara umum kegiatan ini kami anggap berhasil, tapi masih ada kekurangan, hal itu disebabkan karena kurangnya sarana transportasi yang melewati sekolah kami, sehingga siswa kami yang biasanya berangkat sekolah dengan sepeda motor harus menunggu kendaraan umum sehingga agak terlambat sampai ke sekolah.”

Suasana Parkir Belakang SMK N 1 Mondokan

Walaupun tidak boleh menggunakan sepeda motor, siswa SMK Negeri 1 Mondokan terlihat semangat menuju ke sekolah. Kebenyakan siswa berjalan kaki, tapi juga ada beberapa siswa yang menggunakan sepeda onthel menuju ke sekolah. Hal itu terliha adanya sepeda onthel terparkir di tempat parkir SMK Negeri 1 Mondokan.

Salah seorang siswa, Suparyanto, mengungkapkan bahwa dirinya berangkat ke sekolah dengan bersepeda dan merasa tidak begitu capek walaupun biasanya dia berangkat ke sekolah dengan sepeda motor. Sedangkan salah seorang siswa lainnya, Sugeng, mengungkapkan dia berangkat ke sekolah diantar orang tuanya dan dia juga merasa nyaman biarpun dia juga biasanya dengan bersepeda motor. Kedua siswa tersebut menyatakan setuju dengan kebijakan tersebut. Salah seorang guru, Agung Septian H., S.Pd. mengaku setuju dengan kegiatan yang juga terkenal dengan istilah GO GREEN! tersebut. (ali)

 

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peta Lokasi Sekolah
Arsip Berita